(By Must be’, 11 oktober 2008)
Dikala rupa pancarkan pesona,
ribuan makna berkata.
Semua ekpresi boleh dikata,
tapi itu hanya sandiwara belaka.
Wahai manusia pemuja cinta.
Potretmu menghalau sasaran,
nampak di warna gelap di arti,
hanya hati yang bisa berhati.
Hati cermin pancaran rupa,
putih bersih merona,
hitam kelam hanya bayangan.
Bersih kaca jika tak wujud rupa
Hutan belantara bersembunyi rimba.
Singa sang raja diraja.
Semut kecil hanya pelengkap belaka,
kancil rusa pengganjal duka.
Hidup berebut upa.
Kawan jadikan lawan.
Saudara jadikan sasaran.
Uang jadikan tuhan.
Pancaran darma harapan
hari esok dengan kebahagiaan.
Tapi itu hanya impian,
karna hari ini hanya rintihan.
Hidup hanya siksaan,
tak banyak dapat ku lakukan,
yang ada hanya impian,
yang kubawa dapat jadi uang.
Wahai tuhan pencipta alam,
tak pantas rintihan kupersembahkan.
Kau telah memberiku kekuatan,
kekuatan tuk tidak menangis karna luka.
Wahai Tuhan pencipta langit tanpa tiang,
tunjukkan aku jalan, jalan kebahagian.
Tuhan adakah kalam-Mu jalan?- Jalan
menuju kebahagiaan yang kau janjikan
Duhai Tuhanku, kalam-Mu jelas kupandang
Terbersit ribuan tafsir pengetahuan,
tersusun rapi berumus satuan.
Harapku muncar darinya setetes kebahagiaan.
|
|
HIDUP ITU INDAH, TAPI KALANYA HIDUP ITU MENAKUTKAN, MENEGANGKAN, DAN JUGA MEMBOSANKAN. HIDUP MELIPUTI BANYAK HAL KEGIATAN DARI YANG SEPELE SAMPAI YANG JELIMET. BANYAK HAL YANG KITA LALUI, TAPI KADANG KITA MELUPAKAN SESUATU YANG BERHARGA SAAT ITU. UNTUK ITULAH PERLU ADANYA "CATATAN PENTING KEHIDUPAN" AGAR SUPAYA KENANGAN DAN PELAJARAN ITU TAK SIRNA DAN DAPAT MENJADI PELAJARAN TATKALA KITA BUKA DAN KITA RENUNGKAN
Jumat, 30 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar