(BY Must Be’, 05 September 2008)
Tingkahmu lucu, menggemaskan,
kadang juga menjengkelkan.
Sekarang kau menangis,
tapi kemudian kau tersenyum,
bahkan tertawa terbahak bahak.
Kau suka membuat orang lain tertawa,
geli, marah, iba, kadang
juga jengkel.Hobimu bermain
lari sana kemari berkejar kejaran.
Makan nasi sampingan, yang penting jajan.
Senjatamu tangis dan rayuan,
memaksa orang tua takluk
Dan memenuhi semua permintaan edan,
Tak peduli ortu lagi bokek apalagi beruang.
Dipaksa adalah pantangan,
disuruh boleh kalau ada uang,
disakiti kawan tangis dan bogem pasti akhiran.
Clotehmu menggemaskan.
Kadang bikin orang penasaran.
Bahasa kau ciptakan : jeruk kau bilang jeyuk,
sepur kau bilang sepul, dokter kau bilang otet-
yang dipahami oleh ibu dan ayah seorang.
Bocah…bocah apa harus begitu namanya bocah.
Tapi aku bingung, sifatmu kudapatkan
Disemua kelipatan umur manusia.
Jadilah anak-anak bocah,
remaja-remaja bocah, bapak-bapak bocah,
Ibu-ibu bocah, dan lebih seru lagi ada
Kakek nenek – kakek nenek bocah!
Terus apa bedanya usia tua muda dan balita
Kalau saja mereka tetap “bocah”.
Mestinya mereka beda,
tambah hari mesti tambah dewasa,
dewasa yang berani ngalah tuk menang,
memberi tuk mendapat, memuji tuk penghargaan,
menahan diri tuk kemuliaan,
menolong tuk sebuah kebutuhan,
Hidup tertib dan disiplin tuk mencapai kesuksesan,
Nrimo ing pengandumin gusti dan slalu syukur tuk kebahagiaan
Manusia bocah bukan pilihan!
|
|
HIDUP ITU INDAH, TAPI KALANYA HIDUP ITU MENAKUTKAN, MENEGANGKAN, DAN JUGA MEMBOSANKAN. HIDUP MELIPUTI BANYAK HAL KEGIATAN DARI YANG SEPELE SAMPAI YANG JELIMET. BANYAK HAL YANG KITA LALUI, TAPI KADANG KITA MELUPAKAN SESUATU YANG BERHARGA SAAT ITU. UNTUK ITULAH PERLU ADANYA "CATATAN PENTING KEHIDUPAN" AGAR SUPAYA KENANGAN DAN PELAJARAN ITU TAK SIRNA DAN DAPAT MENJADI PELAJARAN TATKALA KITA BUKA DAN KITA RENUNGKAN
Sabtu, 31 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar